Saran yang Mencelakakan
Karya: Mareta | Kelas 9 MTs Darun Najah
----
Di tepi hutan yang rindang, berdiri sebuah pohon beringin raksasa. Dahan-dahannya menjuntai seperti payung hijau raksasa, menaungi sarang seekor bangau betina yang tinggal di salah satu cabangnya.
Namun, hari-hari bangau tidaklah damai. Seekor ular hitam yang licik dan beracun juga menghuni pohon itu. Ular itu sering menyelinap ke sarang bangau dan memangsa anak-anaknya yang baru menetas.
Suatu sore, bangau duduk termenung di tepi cabang, memandangi sarangnya yang kini kosong. Matanya berkaca-kaca.
"Anak-anakku… tinggal dua ekor yang tersisa. Kalau ular itu datang lagi, habislah mereka…"
Dalam kebingungan, bangau terbang rendah mencari teman untuk dimintai saran. Ia bertemu seekor kepiting besar di tepi rawa.
“Aku tidak sanggup lagi, Kepiting,” keluh bangau. “Ular itu selalu memangsa anak-anakku. Apa yang harus kulakukan?”
Kepiting menatap bangau sambil tersenyum tipis. Dalam hati, ia berkata: “Ini kesempatan bagus. Kalau bangau pergi, rawa ini akan lebih aman bagiku.”
Lalu ia berkata dengan nada meyakinkan, “Kalau kau mau ular itu pergi, letakkan saja potongan ikan di dekat sarangmu, lalu sebarkan potongan lainnya menuju lubang ular di bawah pohon beringin. Musang suka sekali ikan. Kalau dia mengikuti jejak itu, pasti ular akan diusir atau dimakan olehnya.”
Bangau yang sedang putus asa tak berpikir panjang. “Terima kasih, Kepiting! Saranmu akan kulakukan malam ini.”
Saat malam turun, bangau mencari potongan ikan dari rawa dan sungai kecil di dekat hutan. Ia meletakkan sebagian di dekat sarangnya, lalu menebarkan jejak ikan menuju lubang tempat ular bersembunyi.
Di tengah malam yang sunyi, seekor musang lapar mencium aroma amis yang menggoda. Langkahnya ringan, matanya berkilat. “Hmm… ikan segar? Siapa yang berbaik hati memberi ini?” pikirnya. Ia melahap potongan pertama, lalu menemukan potongan kedua, ketiga… hingga akhirnya ia tiba di depan lubang ular.
Ular yang sedang tidur terusik oleh langkah musang. Tak menunggu lama, musang langsung menerkamnya. Pertarungan sengit terjadi—desis ular bercampur geraman musang memenuhi malam. Hingga akhirnya, ular hitam itu mati tergigit taring musang.
Bangau yang mengintip dari kejauhan tersenyum lega. “Anak-anakku selamat… terima kasih, musang.”
Namun, kelegaan itu tak bertahan lama.
Musang memandang ke atas, dan melihat sarang bangau. Dari kejauhan, ia bisa melihat dua anak burung yang meringkuk ketakutan.
“Malam ini aku dapat ikan… dan sekarang, hidangan penutup,” gumamnya sambil memanjat batang beringin.
Bangau terkejut melihat musang naik. “Tidak! Jangan kau sentuh anak-anakku!” teriaknya sambil mengepakkan sayap, mencoba menghalangi.
Tapi musang lebih cepat. Ia menerkam sarang, mencabik, dan memakan anak-anak bangau tanpa ampun. Suara cicit terakhir anaknya lenyap di telan malam.
Bangau terdiam, sayapnya lemas. Air mata menetes, membasahi bulu dadanya. Ia sadar, saran yang ia ikuti telah membinasakan harapan terakhirnya.
--------
Pesan moral:
Berhati-hatilah menerima saran. Tidak semua yang terdengar baik berasal dari niat yang tulus.
Tulisan Lainnya
Siswa-Siswi MTs Darun Najah Presentasikan Hasil Karya Projek P5
MTs Darun Najah kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan karakter dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Presentasi Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mendapatkan Hatinya
Karya: Nabilatus Syifa | Kelas 8 MTs Darun Najah Sore itu, langit tampak mendung. Kanaya duduk di bangku taman sekolah sambil menunduk, memainkan jemarinya sendiri. Ada rasa aneh yang
Kepala MTs Darun Najah Hadiri Pembinaan dan Penyelesaian EDM-RKTM Tahun 2025
Kepala MTs Darun Najah Petahunan, ustadzah Yu'fiyah Ilmi, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Pembinaan sekaligus Penyelesaian Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madra
Sahabat Selamanya
Karya: Soffiya Adinda | Kelas 7 MTs Darun Najah Di sebuah desa kecil, hiduplah lima sahabat yang selalu bersama sejak kecil. Mereka bernama Salsa, Dian Safira, Aprilia, Ainun, da
Kelinci yang Sombong
Karya: Aliyah Aqilah | Siswi Kelas 8 MTs Darun Najah Dahulu kala, hiduplah seekor kelinci. Kelinci itu bisa berlari sangat cepat. Ia selalu bangga dengan kehebatannya. Suatu hari, ia m
Kenangan Indah di SD
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah Pada suatu pagi di bulan Agustus, sekolah Edo mengadakan berbagai lomba untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Ada lomba makan k
Langit dan Bintang
Karya: M. Iqbal Eka Maulana, Kelas 8A MTs Darun Najah Pada suatu hari, ada seorang laki-laki bernama Rava. Ia bekerja di sebuah rumah sakit umum. Sudah dua tahun ia men
Teman Kecil
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah Di sebuah desa bernama Bayeman, tinggal seorang anak kecil bernama Ardi. Ia punya sahabat dekat bernama Alvian, yang bias
Mencintai Indonesia
Karya: Dyaz Davian Eka Saputra | Kelas 84 MTs Darun Najah Indonesia tanah airku, Merah putih berkibar di langit biru. Aku tersenyum penuh bangga, Melihat negeriku inda
Bahtera Nabi Nuh
Karya: Arya DA | Siswi Kelas 9 MTs Darun Najah ----- Air mata dan keringat bercampur di wajah Nabi Nuh. Di tengah padang luas, bahtera raksasa mulai terbentuk dari kayu-kayu yan