Sahabat Selamanya
Karya: Soffiya Adinda | Kelas 7 MTs Darun Najah
Di sebuah desa kecil, hiduplah lima sahabat yang selalu bersama sejak kecil. Mereka bernama Salsa, Dian Safira, Aprilia, Ainun, dan satu lagi teman dekat mereka. Mereka berlima sering main bareng, belajar bersama, dan saling curhat. Persahabatan mereka begitu kuat, seakan tidak bisa dipisahkan.
Namun, waktu berjalan. Setelah lulus sekolah dasar, mereka semua memutuskan mondok di pesantren yang berbeda-beda. Awalnya, mereka berjanji akan tetap menjaga hubungan meskipun tidak lagi berada di tempat yang sama. Mereka berkata, “Kita nggak boleh jadi asing satu sama lain. Walau sibuk belajar di pondok, persahabatan ini harus tetap ada.”
Hari-hari pun berganti. Satu per satu dari mereka kadang pulang ketika ada liburan atau acara Maulid Nabi. Hanya Salsa yang belum pernah pulang sama sekali. Meskipun begitu, Salsa selalu berusaha tegar. Ia yakin, suatu hari nanti akan ada waktu untuk kembali berkumpul bersama sahabat-sahabatnya.
Saat bulan Oktober tiba, Salsa akhirnya mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan teman-temannya, meski tidak semua hadir. Dalam pertemuan itu, ia mendengar kabar yang membuat hatinya bergetar: Ainun ternyata sudah tidak mondok lagi. Ia memutuskan berhenti dan kini sudah berada di rumah.
Mendengar kabar itu, hati Salsa seperti tertusuk. Ia terkejut sekaligus sedih. “Benarkah Ainun sudah keluar?” batinnya. Rasa rindu yang selama ini ia tahan seakan bertambah berat. Salsa ingin segera menemui Ainun, tapi jarak dan aturan pondok membuatnya tidak bisa langsung pergi.
Setiap malam, Salsa hanya bisa memandangi foto-foto kebersamaan mereka. Ia teringat saat-saat ketika mereka bermain bersama di desa, belajar kelompok, hingga tertawa tanpa beban. Kadang ia menangis diam-diam di kamar, sambil menuliskan isi hatinya di buku catatan kecil yang selalu ia bawa. Di sana ia menulis:
“Aku kangen kalian. Semoga kita tetap jadi sahabat selamanya. Jangan sampai kita berubah jadi asing. Aku takut kalau suatu hari kalian melupakanku.”
Hari-hari terasa begitu lambat. Namun, Salsa tetap berusaha kuat. Ia selalu berdoa setelah salat agar Allah menjaga persahabatan mereka berlima. Ia percaya doa bisa menyatukan hati meskipun jarak memisahkan.
Menjelang bulan Desember, hati Salsa dipenuhi harapan besar. Ia sudah mendapat kabar bahwa ia bisa pulang tanggal 3 Desember. Rasa bahagia bercampur rindu membuatnya tidak sabar menunggu hari itu tiba. “Sedikit lagi… aku akan bertemu mereka,” gumamnya setiap kali melihat kalender.
Semakin dekat hari pulang, semakin sering ia membayangkan momen pertemuan itu. Ia ingin memeluk sahabat-sahabatnya erat-erat, menceritakan semua pengalaman di pondok, sekaligus mendengar kisah hidup mereka selama berpisah.
Salsa tahu, meski waktu dan jarak memisahkan, sahabat sejati tidak akan pernah berubah. Ia percaya, janji mereka akan tetap terjaga: tidak akan saling asing, dan akan selalu menjadi sahabat sampai kapan pun.
Salam hangat untuk persahabatan yang tak pernah pudar.
Tulisan Lainnya
Siswa-Siswi MTs Darun Najah Presentasikan Hasil Karya Projek P5
MTs Darun Najah kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan karakter dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Presentasi Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mendapatkan Hatinya
Karya: Nabilatus Syifa | Kelas 8 MTs Darun Najah Sore itu, langit tampak mendung. Kanaya duduk di bangku taman sekolah sambil menunduk, memainkan jemarinya sendiri. Ada rasa aneh yang
Kepala MTs Darun Najah Hadiri Pembinaan dan Penyelesaian EDM-RKTM Tahun 2025
Kepala MTs Darun Najah Petahunan, ustadzah Yu'fiyah Ilmi, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Pembinaan sekaligus Penyelesaian Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madra
Kelinci yang Sombong
Karya: Aliyah Aqilah | Siswi Kelas 8 MTs Darun Najah Dahulu kala, hiduplah seekor kelinci. Kelinci itu bisa berlari sangat cepat. Ia selalu bangga dengan kehebatannya. Suatu hari, ia m
Kenangan Indah di SD
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah Pada suatu pagi di bulan Agustus, sekolah Edo mengadakan berbagai lomba untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Ada lomba makan k
Langit dan Bintang
Karya: M. Iqbal Eka Maulana, Kelas 8A MTs Darun Najah Pada suatu hari, ada seorang laki-laki bernama Rava. Ia bekerja di sebuah rumah sakit umum. Sudah dua tahun ia men
Teman Kecil
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah Di sebuah desa bernama Bayeman, tinggal seorang anak kecil bernama Ardi. Ia punya sahabat dekat bernama Alvian, yang bias
Mencintai Indonesia
Karya: Dyaz Davian Eka Saputra | Kelas 84 MTs Darun Najah Indonesia tanah airku, Merah putih berkibar di langit biru. Aku tersenyum penuh bangga, Melihat negeriku inda
Bahtera Nabi Nuh
Karya: Arya DA | Siswi Kelas 9 MTs Darun Najah ----- Air mata dan keringat bercampur di wajah Nabi Nuh. Di tengah padang luas, bahtera raksasa mulai terbentuk dari kayu-kayu yan
Guru
Karya: M. Nauval Aliv | Kelas 8 MTs Darun Najah Sebelum mengajar orang lain, ajarlah dulu hatimu sendiri agar ia kenal arti benar dan salah. Sebelum menebar ka