Kenangan Indah di SD
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah
Pada suatu pagi di bulan Agustus, sekolah Edo mengadakan berbagai lomba untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Ada lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, dan juga lomba lari.
Edo ikut mendaftar lomba lari. Ia bersemangat sekali, begitu juga teman-teman sekelasnya. Saat peluit dibunyikan, Edo berlari sekuat tenaga. Nafasnya terengah-engah, tapi ia tidak mau menyerah.
Akhirnya Edo berhasil mencapai garis finis paling dulu. Ia pun diumumkan sebagai juara I lomba lari. Kepala sekolah memberikan hadiah, dan semua teman-temannya bertepuk tangan. Edo tersenyum bangga.
Di antara teman-temannya, ada seorang sahabat karib bernama Dodo. Mereka selalu bersama, baik di kelas maupun saat istirahat.
Suatu hari, saat ke kantin sekolah, uang Dodo jatuh tanpa sengaja. Untung saja Edo melihat.
“Do, ini uangmu jatuh,” kata Edo sambil memungutkan.
“Wah, terima kasih banyak, Edo. Kalau bukan kamu, aku bisa rugi,” jawab Dodo lega.
Sejak itu, Dodo merasa sangat beruntung punya sahabat seperti Edo. Ia pun berjanji akan selalu membantu Edo kapan pun dibutuhkan.
Hari-hari terus berjalan. Hingga suatu waktu, Edo dan Dodo menghadapi ujian. Mereka belajar bersama di rumah Edo dengan penuh semangat. Malam itu mereka berjanji: menang lomba, kehilangan uang, atau menghadapi ujian—sahabat sejati akan selalu saling mendukung.
--
Setelah memenangkan lomba, Edo makin semangat belajar. Tibalah saat pembagian rapor. Edo sangat gembira karena nilai-nilainya bagus. Dodo pun ikut merasa bahagia melihat sahabatnya berhasil.
Tahun ajaran berganti. Saat perpisahan kelas, Edo dan Dodo naik ke kelas II. Mereka bersyukur bisa tetap sekelas.
Pada hari Sabtu, saat pelajaran olahraga, Edo dan Dodo ikut senam di halaman sekolah. Setelah itu mereka pergi ke kantin.
Dodo membeli makanan, sementara Edo hanya duduk diam.
“Kenapa kamu nggak beli, Do?” tanya Dodo.
“Aku nggak beli. Uangku aku tabung,” jawab Edo.
Dodo pun memberikan sebagian makanannya kepada Edo.
“Ini buat kamu. Jangan malu-malu,” kata Dodo.
“Terima kasih, Do,” jawab Edo senang.
Dodo ikut merasa gembira karena bisa berbagi dengan sahabatnya.
Setelah bel pulang berbunyi, Edo dan Dodo pulang bersama. Mereka mampir ke lapangan dekat rumah. Edo bermain layang-layang bersama teman-temannya, sementara Dodo ikut bermain bola. Sore itu mereka menutup hari dengan tawa bahagia.
---
Sore harinya, setelah pulang sekolah, Edo dan Dodo masih bermain bersama. Setelah puas, mereka pulang ke rumah masing-masing untuk makan dan salat.
Sehabis salat asar, Dodo mengikuti kegiatan mengaji. Ia belajar tajwid agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Edo pun rajin belajar di rumah.
Beberapa bulan kemudian, tibalah saatnya kenaikan kelas. Edo dan Dodo belajar lebih giat supaya hasil rapor mereka bagus.
Hari pembagian rapor tiba. Guru membagikan hasil belajar. Edo menerima rapornya dengan senyum lega. Ia berhasil naik ke kelas III dengan nilai yang cukup memuaskan.
Dodo juga menerima rapornya. Meski nilainya tidak setinggi Edo, ia tetap senang karena bisa naik kelas bersama sahabatnya.
Akhirnya, Edo dan Dodo resmi naik ke kelas III. Mereka berdua berjanji akan lebih rajin belajar, tekun salat, semangat mengaji, dan tentu saja tetap menjaga persahabatan mereka.
Hari itu ditutup dengan senyum dan kebahagiaan.
--- SELESAI ---
Tulisan Lainnya
Siswa-Siswi MTs Darun Najah Presentasikan Hasil Karya Projek P5
MTs Darun Najah kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan karakter dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Presentasi Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mendapatkan Hatinya
Karya: Nabilatus Syifa | Kelas 8 MTs Darun Najah Sore itu, langit tampak mendung. Kanaya duduk di bangku taman sekolah sambil menunduk, memainkan jemarinya sendiri. Ada rasa aneh yang
Kepala MTs Darun Najah Hadiri Pembinaan dan Penyelesaian EDM-RKTM Tahun 2025
Kepala MTs Darun Najah Petahunan, ustadzah Yu'fiyah Ilmi, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Pembinaan sekaligus Penyelesaian Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madra
Sahabat Selamanya
Karya: Soffiya Adinda | Kelas 7 MTs Darun Najah Di sebuah desa kecil, hiduplah lima sahabat yang selalu bersama sejak kecil. Mereka bernama Salsa, Dian Safira, Aprilia, Ainun, da
Kelinci yang Sombong
Karya: Aliyah Aqilah | Siswi Kelas 8 MTs Darun Najah Dahulu kala, hiduplah seekor kelinci. Kelinci itu bisa berlari sangat cepat. Ia selalu bangga dengan kehebatannya. Suatu hari, ia m
Langit dan Bintang
Karya: M. Iqbal Eka Maulana, Kelas 8A MTs Darun Najah Pada suatu hari, ada seorang laki-laki bernama Rava. Ia bekerja di sebuah rumah sakit umum. Sudah dua tahun ia men
Teman Kecil
Karya: M. Iqbal Eka Maulana | Kelas 8A MTs Darun Najah Di sebuah desa bernama Bayeman, tinggal seorang anak kecil bernama Ardi. Ia punya sahabat dekat bernama Alvian, yang bias
Mencintai Indonesia
Karya: Dyaz Davian Eka Saputra | Kelas 84 MTs Darun Najah Indonesia tanah airku, Merah putih berkibar di langit biru. Aku tersenyum penuh bangga, Melihat negeriku inda
Bahtera Nabi Nuh
Karya: Arya DA | Siswi Kelas 9 MTs Darun Najah ----- Air mata dan keringat bercampur di wajah Nabi Nuh. Di tengah padang luas, bahtera raksasa mulai terbentuk dari kayu-kayu yan
Guru
Karya: M. Nauval Aliv | Kelas 8 MTs Darun Najah Sebelum mengajar orang lain, ajarlah dulu hatimu sendiri agar ia kenal arti benar dan salah. Sebelum menebar ka