Alam Semesta dalam Al-Qur'an
Oleh: Dian Wahid Hermawan, M.Pd *)
Bagaimana Alam Raya Ini Tercipta? Mari kita bahas bagaimana penciptaan alam raya dijelaskan dalam Al-Qur'an dan dalam ilmu sains.
Dalam Surah Al-Anbiya ayat 30:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Transliterasi:
Awalam yara alladzīna kafarū anna as-samāwāti wal-arda kānata ratqan fafataqnāhumā, wa ja‘alnā minal-mā’i kulla syai’in ḥayy, afalā yu’minūn?
Artinya:
"Dan tidakkah orang-orang kafir itu mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, lalu Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?"
---
Penjelasan Ayat:
Awalam yara alladzīna kafarū
Apakah tidak melihat, orang-orang kafir?
Anna as-samāwāti wal-arda kānata ratqan
Sesungguhnya langit dan bumi itu dulunya merupakan sesuatu yang menyatu.
Dalam Tafsir Jalalain, ratqan bermakna saddan, yang berarti tertutup atau sesuatu yang lengket (masdūdah).
Fafataqnāhumā — maka Kami pisahkan keduanya.
Dalam Tafsir Jalalain, makna fafataqnā ditafsirkan sebagai:
Ja‘alnā as-samā’a sab‘an wal-arda sab‘an,
“Kami jadikan langit tujuh dan bumi tujuh.”
Atau:
Fataknā as-samā’a ‘ankānat lā tumṭiru fa-amṭarat,
“Kami pecah langit yang dulunya tidak menurunkan hujan, lalu mulai menurunkan hujan.”
Wa fataqnā al-arda ‘ankānat lā tanbitu fa-anbatat,
“Dan Kami pecah bumi yang dulunya tidak menumbuhkan tanaman, lalu mulai menumbuhkan.”
Artinya, akar-akar tumbuhan bisa membelah tanah.
Wa ja‘alnā minal-mā’i kulla syai’in ḥayy, afalā yu’minūn
Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, maka mengapa kamu tidak beriman?
---
Kaitan dengan Sains:
Dari penjelasan Tafsir Jalalain tersebut, bisa jadi Allah sedang menjelaskan tentang penciptaan alam semesta yang terdiri dari al-ardh, yaitu bumi, galaksi, gugus bintang, dan benda langit lainnya; serta as-samā’, yaitu ruang angkasa yang melingkupi benda-benda langit tersebut.
Dijelaskan bahwa benda-benda langit dan ruang angkasa dulunya merupakan satu kesatuan, lalu dipisahkan. Hal ini sesuai dengan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta berasal dari ledakan besar dari primeval atom, yaitu benda yang memiliki kerapatan dan suhu sangat tinggi, dan sampai sekarang masih terus mengembang.
---
Apa Buktinya Bahwa Alam Semesta Ini Mengembang?
Mari kita pelajari bersama-sama.
Pertama, kita bisa membandingkan spektrum cahaya tampak dari galaksi dengan bintang terdekat kita, yaitu Matahari.
Spektrum ini terjadi karena penguraian (dispersi) cahaya putih menjadi cahaya pelangi (mejikuhibiniu). Coba kita lihat bersama: spektrum Matahari dan spektrum galaksi.
Perbedaan tersebut terletak pada sinar merah yang mengalami pergeseran. Pergeseran sinar merah ini menunjukkan bahwa ujung-ujung galaksi di alam semesta bergerak menjauhi kita. Artinya, secara sains terbukti bahwa alam semesta ini sedang mengembang.
---
Mengapa Pergeseran Merah Menjadi Bukti Mengembangnya Alam Semesta?
Hal ini dapat dijelaskan dengan teori Efek Doppler. Efek Doppler terjadi pada benda yang sedang bergerak dan memancarkan gelombang.
Contohnya adalah ambulans yang bergerak sambil membunyikan sirine.
Bunyi sirine dari ambulans yang mendekati kita terdengar meninggi sesaat. Artinya, gelombangnya lebih rapat dan panjang gelombangnyamemendek.
Ketika ambulans menjauhi kita, bunyi sirinenya menurun. Artinya, gelombangnya lebih renggang dan panjang gelombangnya memanjang.
Efek Doppler ini juga terjadi pada gelombang cahaya. Sama halnya dengan ambulans, galaksi juga bergerak sambil memancarkan gelombang cahaya. Gelombang cahaya yang dipancarkan tersebut mengalami pemanjangan panjang gelombang, sama seperti kasus ambulans yang menjauhi kita.
Pemanjangan panjang gelombang ini dapat dibuktikan melalui spektrum cahaya merah pada galaksi yang bergeser dibandingkan dengan spektrum cahaya Matahari. Fenomena ini disebut pergeseran merah (redshift)
---
Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak Bumi dengan galaksi sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan pergeseran merahnya, sebagaimana yang dipaparkan oleh Georges Lemaître pada tahun 1927, maka pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa:
Semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita—semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, maka logis disimpulkan bahwa semuanya pernah berdekatan pada masa lalu.
*) Guru IPA MTs Darun Najah Petahunan
Tulisan Lainnya
Menakar Amanah, Menyulam Asa di MTs Darun Najah
Oleh: Kepala MTs Darun Najah PKKM 4 Tahunan yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025 bukanlah sekadar agenda penilaian kinerja bagi MTs Darun Najah, tetapi menjadi ruang refleksi
Aksara Cinta Ramadhan
Karya; Fatoni Fajar Ismail, S.Pd. *) Ramadhanku, bulan penuh ampunan Lukisan suci terpahat dalam sanubari Ayat ayat Al-qur'an , zikir di perdengarkan Meleburkan jiwa dengan